Berita


BI Intensifikan Edukasi untuk Masyarakat.

Meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perbankan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijaksana, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya.
Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap perbankan, diluncurkan Tahun Edukasi Perbankan 2008 oleh ibu negara Ani Bambang Yudoyono. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Bank Indonesia Burhanudin Abdullah dan anggota dewan gubernur , serta seluruh pimpinan perbankan nasional.
Acara tersebut diawali dengan rangkaian 11.595 insan perbankan dari 66 bank. Rangkaian manusia ini tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (muri).
Tujuannya tidak hanya menjaring nasabah. Tetapi juga ingin membangun kesadaran tentang hak dan kewajiban, bagaimana cara penyelesaian apabila ada ketidaksepahaman antara bank dan nasabahnya. Juga untuk meningkatkan pemahaman mengenai produk yang di tawarkan bank.
Masa mendatang industri perbankan semakin mengarah pada universal banking. Bank akan semakin terintregrasi dengan lembaga keuangan lainnya, seperti asuransi, sekuritas, dan multifinance.
Dampaknya, bank akan memasarkan produk-produk asuransi dan pasar modal. Perselisian akan sering timbul jika masyarakat tidak dapat membedakan antara produk bank dan yang bukan.
Deputi Gubernur BI, Muliaman D. Hada mengatakan, "Semakin tinggi tingkat pemahaman masyarakat terhadap perbankan, maka semakin stabil kondisi sistim keuangan negara bersangkutan."
Direktur utama Bank Mandiri, Agus Martowardojo mengatakan, "Program edukasi perbankan akan masuk dalam rencana bisnis perbankan."
Untuk mengefektifkan sosialisasi dan edukasi perbankan, BI bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Departemen Pendidikan Nasional, Kementrian Negara Koperasi UKM, serta perguruan tinggi.
Berdasarkan survei yang dilakukan BI dan Lembaga Demografi FE UI, masih banyak anggota masyarakat yang enggan menyimpan uangnya di bank. Sebanyak 83 persen responden memilih menabung dengan cara tradisional dari pada di bank.
Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi Bank Syariah. Bahkan, 16,2 persen responden tidak mengetahui bahwa saldo tabungannya dapat berkurang karena hal-hal lain selain penarikan tabungan.
Sebagian besar masyarakat menginginkan informasi lebih lanjut mengenai produk bank dan keuangan, serta hak dan kewajiban nasabah.
Untuk itu, direkomendasikan agar fungsi bank, produk perbankan, dan keuangan lainnya disosialisasikan secara aktif, khususnya dipedesaan. Edukasi bisa dilakukan melalui petugas bank atau media massa.
(Sumber: Kompas, 28 Januari 2008, dengan pengubahan)